Ketika membicarakan nutrisi penting, kebanyakan orang hanya memikirkan vitamin seperti C, D, atau B12. Namun, ada satu mineral jejak yang sering terlupakan, tetapi memiliki peran besar dalam menjaga tubuh tetap sehat — selenium.
Meski dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil, selenium berperan penting dalam kesehatan tiroid, kekebalan tubuh, kesuburan, hingga pencegahan penyakit. Mari kita bahas mengapa selenium penting, dari mana kita bisa mendapatkannya, dan bagaimana menjaga kadarnya tetap seimbang.
Selenium adalah mineral jejak yang secara alami terdapat di tanah, air, dan beberapa jenis makanan. Tubuh tidak dapat memproduksinya, sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan atau suplemen.
Setelah masuk ke tubuh, selenium menjadi bagian dari selenoprotein — enzim khusus yang membantu mengatur metabolisme, melindungi sel dari kerusakan, dan menjaga sistem imun tetap kuat.
Kelenjar tiroid membutuhkan selenium untuk mengubah hormon tiroid yang tidak aktif (T4) menjadi bentuk aktifnya (T3). Kekurangan selenium dapat menyebabkan kelelahan, perubahan berat badan, dan sulit berkonsentrasi.
Selenium membantu sel darah putih melawan infeksi dengan lebih efektif serta mengurangi peradangan di tubuh.
Bekerja bersama enzim seperti glutathione peroxidase, selenium melindungi sel dari stres oksidatif — salah satu penyebab penuaan dan penyakit kronis.
Penelitian menunjukkan selenium dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif pada pembuluh darah, sehingga mendukung sirkulasi yang sehat.
Pada pria, selenium penting untuk produksi dan pergerakan sperma yang sehat. Pada wanita, selenium membantu menjaga kualitas sel telur dan kesehatan reproduksi.
Menurut National Institutes of Health (NIH):
Dewasa: 55 mcg/hari
Wanita hamil: 60 mcg/hari
Wanita menyusui: 70 mcg/hari
Makanan | Kandungan Selenium (perkiraan) | Ukuran Porsi |
---|---|---|
Kacang Brazil | 68–91 mcg | 1 butir |
Tuna | 92 mcg | 85g matang |
Sarden | 45 mcg | 85g kalengan |
Telur | 15 mcg | 1 butir besar |
Daging ayam | 22 mcg | 85g matang |
Biji bunga matahari | 19 mcg | 28g |
Jamur shiitake | 18 mcg | 100g matang |
💡 Tips: Hanya 1–2 butir kacang Brazil beberapa kali seminggu sudah cukup memenuhi kebutuhan selenium harian — tetapi jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan keracunan selenium.
Rambut rontok
Otot lemah
Mudah lelah
Sering terkena infeksi
Masalah pada tiroid
Kekurangan selenium jarang terjadi pada orang sehat, tetapi bisa muncul di daerah dengan tanah miskin selenium atau pada penderita gangguan pencernaan tertentu.
Terlalu banyak selenium (lebih dari 400 mcg/hari) dapat menyebabkan:
Mual dan muntah
Rambut dan kuku rapuh
Ruam kulit
Gangguan saraf
Konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen.
Suplemen mungkin bermanfaat jika:
Terbukti mengalami kekurangan selenium
Tinggal di wilayah dengan kadar selenium rendah
Memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mengganggu penyerapan nutrisi
Namun, bagi kebanyakan orang, pola makan seimbang adalah cara terbaik untuk menjaga kadar selenium tetap normal.
Selenium mungkin hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi manfaatnya sangat besar. Dari mendukung hormon tiroid hingga meningkatkan kekebalan dan kesuburan, ini adalah mineral yang pantas mendapat perhatian.
Jika ingin mengetahui kadar selenium dalam tubuh, pemeriksaan darah sederhana bisa memberikan jawabannya — sekaligus membantu Anda menyesuaikan pola makan atau suplemen yang dibutuhkan.
💙 Di Livinwell-care, kami dapat menghubungkan Anda dengan dokter dan laboratorium terpercaya untuk pemeriksaan nutrisi lengkap dan panduan menjaga kesehatan tubuh Anda.
📞 Hubungi kami sekarang: www.livinwell-care.com
© 2023-2025 Livinwell Medical Tourism & Consultancy. All rights reserved. Designed & Developed by SK Info Techies